Disaat cahaya surya menembus
lobang lobang kecil di jendela. akibat perbuatan rayap yang kelaperan. saat itu
Momo tersadar ternyata Momo bangun kesiangan. Momo serasa tidak mesyukuri
nikmatnya di ranjang tadi malam. ahkirnya kecewapun timbul, seandai nya Momo
bangun pagi!
Seandai nya Momo ini dan itu.
“Se-An-Dai-Nya”
Sering digunakan untuk menjadi
alasan, atau pun tolak ukur, agar tidak melangkah mengejar cita-cita. ataupun
hanya sekedar istirahat. mungkin kita juga sering begitu. selalu menyalahkan.
sebagai seorang pengangguran, Momo udah ngebet banget pengen sukses, seandainya Momo langsung
pindah kehidupan dan menjadi orang kaya.
Dalam renungan Momo.
‘Tuan, kamarnya mau dibersihin
tidak ?’
Momo berkhayal menjadi orang
kaya manyun dengan bibir tigapuluh derajat kesamping. Andai semua khayalan bisa
menjadi kenyataan! Momo duduk termenung menyesali perbuatan tadi malam tetapnya
di atas kasur.
Panggilan alam segera memaksa Momo
berdiri membuka jendela. Sinar matahari terasa seperti pecutan saat kuda balap
lari bertanding. memberi tahu kepada kuda, "Jangan Menyerah".
Mendadak mata Momo langsung berair. Seiring bertambahnya umur Momo jadi lebih
sering condong ke arah melankolis.
Sepanjang Momo sedih, Momo
memandangi rumput disebelah, sambil berfikir
‘Apa bisa Momo jadi penulis ??’
Momo coba berdoa kepada mama
yang udah di surga
‘Mah.. kaka pengen jadi penulis,
tolong doain kaka yah ! amin.’
Selesai berdoa, Momo sedikit
pesimis, sebab keturunan kakek nenek, opung doli dan boru.. ngga ada yang jadi
penulis! jadi kalo bener nantinya Momo
bisa jadi penulis, Momo pastikan, itu adalah hasil kerja yang sangat keras.
sedangkan Momo benci yang keras keras! kripik keras, kasur keras, bantal keras,
dan buang air keras.
Lalu Momo menyenderkan dagu
diatas jendela, sambil menghirup udara keSiangan. Tapi masa, iya ! kalo ingin
jadi penulis harus menunggu salah satu Famili jadi penulis.
‘hmm ??’
kayanya ngga deh !’seketika itu Momo
kembali optimis.
Kesimpulannya kali ini jika Momo
berusaha maka ngga ada yang mustahil.
Seorang pakar ekonomi ngga perlu
dari lulusan ekonomi,
Seorang pakar piano pun nggk
perlu kursus piano,
Seorang komentator bola, ngga
perlu nendang bola! .
Momo dilatih naik sepeda bukan
oleh seorang atlit speda, tapi dari orang yang ngga bisa bawa sepeda, jadi Momo
berfikir, aku pasti bisa
Ilmu itu bebas berterbangan,
hanya ajah harus cerdik menangkap peluang itu.
KESEMPATAN !, ya, mungkin bisa
datang dua tiga kali, tapi jarak waktu antara kesempatan pertama dengan
kesempatan ke dua Momo ngga pernah tau. begitu juga jarak dari dua ke tiga,
jadi nasehat Momo jangan pernah menyianyiakan kesempatan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentarnya kakak :p