Rabu, 04 Juni 2014

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.1 Seandainya

Disaat cahaya surya menembus lobang lobang kecil di jendela. akibat perbuatan rayap yang kelaperan. saat itu Momo tersadar ternyata Momo bangun kesiangan. Momo serasa tidak mesyukuri nikmatnya di ranjang tadi malam. ahkirnya kecewapun timbul, seandai nya Momo bangun pagi!
Seandai nya Momo ini dan itu.
“Se-An-Dai-Nya”
Sering digunakan untuk menjadi alasan, atau pun tolak ukur, agar tidak melangkah mengejar cita-cita. ataupun hanya sekedar istirahat. mungkin kita juga sering begitu. selalu menyalahkan. sebagai seorang pengangguran, Momo udah ngebet banget  pengen sukses, seandainya Momo langsung pindah kehidupan dan menjadi orang kaya.
Dalam renungan Momo.
‘Tuan, kamarnya mau dibersihin tidak ?’
Momo berkhayal menjadi orang kaya manyun dengan bibir tigapuluh derajat kesamping. Andai semua khayalan bisa menjadi kenyataan! Momo duduk termenung menyesali perbuatan tadi malam tetapnya di atas kasur.
Panggilan alam segera memaksa Momo berdiri membuka jendela. Sinar matahari terasa seperti pecutan saat kuda balap lari bertanding. memberi tahu kepada kuda, "Jangan Menyerah". Mendadak mata Momo langsung berair. Seiring bertambahnya umur Momo jadi lebih sering condong ke arah melankolis.
Sepanjang Momo sedih, Momo memandangi rumput disebelah, sambil berfikir
‘Apa bisa Momo jadi penulis ??’
Momo coba berdoa kepada mama yang udah di surga
‘Mah.. kaka pengen jadi penulis, tolong doain kaka yah ! amin.’
Selesai berdoa, Momo sedikit pesimis, sebab keturunan kakek nenek, opung doli dan boru.. ngga ada yang jadi penulis!  jadi kalo bener nantinya Momo bisa jadi penulis, Momo pastikan, itu adalah hasil kerja yang sangat keras. sedangkan Momo benci yang keras keras! kripik keras, kasur keras, bantal keras, dan buang air keras.



Lalu Momo menyenderkan dagu diatas jendela, sambil menghirup udara keSiangan. Tapi masa, iya ! kalo ingin jadi penulis harus menunggu salah satu Famili jadi penulis.
‘hmm ??’
kayanya ngga deh !’seketika itu Momo kembali optimis.
Kesimpulannya kali ini jika Momo berusaha maka ngga ada yang mustahil.
Seorang pakar ekonomi ngga perlu dari lulusan ekonomi,
Seorang pakar piano pun nggk perlu kursus piano,
Seorang komentator bola, ngga perlu nendang bola! .
Momo dilatih naik sepeda bukan oleh seorang atlit speda, tapi dari orang yang ngga bisa bawa sepeda, jadi Momo berfikir, aku pasti bisa
Ilmu itu bebas berterbangan, hanya ajah harus cerdik menangkap peluang itu.

KESEMPATAN !, ya, mungkin bisa datang dua tiga kali, tapi jarak waktu antara kesempatan pertama dengan kesempatan ke dua Momo ngga pernah tau. begitu juga jarak dari dua ke tiga, jadi nasehat Momo jangan pernah menyianyiakan kesempatan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentarnya kakak :p

Mengenai Frisky removy