Rabu, 04 Juni 2014

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.3 Dalem Mobil

Momo menghela nafas panjang, mengahkiri kenangan itu sembari berdiri di dekat jendela kamar.. kembali kedunia nyata, Momo masih yakin kalau kesempatan itu ada.. “Ternyata mama lekas menjawab doa.”
Took…took..took..!! pintu kamar berbunyi
Momo diemin..
Ketokan ke dua ‘toook…tok..tok..tok!!
Momo cuekin.. -__-
kali ini lebih kencang.
Ketokan ketiga, toook…tok..tok..tok! dalam hati udah dongkol,
Momo  bergumam
‘Siapa sih !’x__x
‘Kakak !! Oma mau kerumah sakit, kamu mau di rumah atau ikut?’
teringat tentang kesempatan! seperti tersengat listrik statis. Mungkin ini adalah jawaban doa!
mengepal tangan ke atas, YOOO!! lalu Momo jawab:
‘Ia, aku ikut.’
Thx yah mom!
‘Sana mandi… kita dijemput om Icksan.’
Singkat cerita semua udah di mobil, yang ikut : Momo, nenek, embak sri, om icksan, dan om angki sebagai supir pribadi.
eni wai.. Momo ini naksir banget sama kepala yang dimiliki om Angki, pengen Momo pacarin kepalanya, lalu Momo taruh bibit unggul jagung hibrida, dan beras ciganjur, biar padi dan jagung bisa menghiasi lahan lincin seluas bola plastik itu.
Dalam keadaan pintu sudah tertutup rapat, om Iksan bilang,
‘tadi bau telor busuk, masuk ke mobil.’


Padahal sih Momo paham maksudnya, itu sih bau ketiak milik mbak sri, Momo hanya tertawa cekikikkan dalam hati.
lalu dari kaca spion Momo perhatiin mbak Sri semakin mengempit ketiaknya, dengan semangat perjuangan empat lima, agar bau nya tidak menyebabkan penjajahan didalam mobil. dia pun terus mengempit, dan menggeser pantatnya, duduk rada kepojok.
Teringat lagi tentang kesempatan, Kalo begitu, Momo harus menangkap hal sekecil apapun. Momo ambil selembar kertas dan pulpen dari tas, Momo pandangin gedung-gedung, Mall-mall, lewat satu—lewat lagi dua. Tiga.. empat…. dan seterusnya..
‘kenapa yah padahal kota elit, tapi warna bangunannya nya sudah pudar?’
Momo taruh kertas di pangkuan Momo, mulailah Momo menulis
“bangunan di jakarta cacat.”
Momo berfikir, coba  Pemerintah lebih kritis dari Momo, mungkin mereka akan mengeluarkan peraturan tentang bangunan dijalan raya.
“Harus Tampak Indah Baik Dari Dalam Maupuan Luar.”
Setelah selesai dengan hal kekusangan jakarta, Momo coba perhatikan lagi liku-liku jakarta..
tidak ada yang bisa dikomentari sejauh ini. Tiba tiba om Angki bersuara...
‘Pak.. kita lewat jalan jembatan antasari non tol, yah pak’Makasudnya berbicara ke om Icksan
om Icksan pun menjawab ‘Oh ia boleh boleh ki’
-Katanya sih biar ngga macet !
Eh ga tau nya, macet juga.. x_x
Momo yakin, dalam hati si om angki bilang, ‘Sialan nih macet, bikin malu gue!’
‘kok macet yah ?’
Momo bertanya seperti peneliti yang melakukan penelusuran kenapa ada semut diatas meja makan. Kenapa pohon goyang goyang kalo ada angin. Kenapa kuda larinya kedepan. Pokoknya pertanyan ini suguh ngga ada kegunaan buat siapapun yang denger.

Setelah menunggu lama, ketahuan penyebabnya : numpuk di puteran!
‘Jadi cuma gara-gara muter balik ?’
satupun ngga ada yang mau ngalah, semua ingin lebih cepat..
oh ini mungkin ini bisa jadi materi Momo,
Momo tulis lagi
mungkin ngga penting, tapi harus di tulis, diputeran pasti macet. Jika Momo jadi gubernur, Momo mau mengajak para pemilik mobil untuk mengalah.
“satu kendaraan untuk satu kendaraan”
Dibelakang pembicaraan, Momo ancem begini,
‘kalo ga nurut Momo buat polisi tidur di tiap puteran!
Selesai  macet, Momo terdiam menatap jalanan, tapi dari disitulah Momo sadar banyak keunikan dijakarta, contohnya seperti banyak rumput liar tumbuh dipinggir jalan, yang nyatanya jalan ini baru ajah di aspal!

Tukang ojek memenuhi setiap halte, yah padahalkan halte buat nunggu angkutan umum, bukan angkutan pribadi(ojek) masih ada peminta minta, pak ogah, parkir dimana mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentarnya kakak :p

Mengenai Frisky removy