Rabu, 04 Juni 2014

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.5 Lantai Dua

Di lantai dua, juga ngga kalah lamanya kita ngantri, emang sih ngga perlu berbaris, seperti barisan bebek dibank, kita cukup daftar dan tunggu dipanggil, jadi kita bebas tunggu dimana ajah, bahkan waktu Momo boker, ternyata ada speker untuk memanggil,
‘Ibu yani !’
Momo diem ngga nyadar, karena lagi asik,
‘Maaf apa ini ibu yani?’
‘hah?’
Sambil nengok ke atap, bimbang, Momo bertanya dalam hati,
‘Apa dia ngomong ke Momo ?’
lalu diperjelas lagi,
‘yang di wc apa ibu yani?’
Mungkin dalam hati nya,
‘yang lagi boker apa ibu Yani ?’
Lalu Momo jawab,
‘Bu..bukan kok,’
Momo menunggu jawabannya,
‘Maaf, terimakasih, tuut !.'
Berharap bisa kenalan sama suster,
‘Eh nama kamu siapa?, ... ?? .... ???..’
Tak ada jawaban, mungkin lain kali, Momo harus lebih agresif, dalam berkenalan.





Setelah selesai, urusan di wc, Momo keluar, dan kembali ke alam bebas. Nenek dan mba Sri menyuruh duduk dibarisan mereka. Lagi lagi mereka mengubah kursi panjang menjadi taman sapari ok Momo duduk disana, saat Momo melewati mbak sri, ada bau, yang menyengat, sengatan lebah. jadi Momo duduk rada kepinggir. di pojok, di bawah kotak besar, yang mengeluarkan suara dan gambar.
Momo heran kenapa diruangan tunggu harus tertata seperti lingkaran. karena yang menyiksa Momo, sebagai manusia biasa, hasrat ingin menonton TiVi pun timbul, apa lagi, setelah mahluk nyata, di depan Momo tertawa terbahak bahak sewaktu menonton.
Untungnya Momo diciptakan dengan kejenius, Momo terapkan ilmu fisika tentang sudut pandang, Momo membentuk sudut 180 derajat antara dagu dan tulang leher, alhasil setelah lima menit, leher Momo masuk angin, Momo menyerah, dan kembali memandangi orang orang yang sedang terbahak.
-_0
Karena bosan, Momo cari objek yang bisa Momo tonton, lirik kekiri ada pintu yang udah terkelupas (ngga diluar, ngga di dalem, sama kumuh !) Momo liat kekanan, ada mantri keluar dari ruang dokter bawa keranjang dorong swalayan,
‘Oh mungkin dia dapat pas belanja di citos.  ‘

‘Hei oma ya!,’
Ada suara dari samping memanggil nenek, Momo langsung nengok ke nenek,
‘Oma apa kabar, sehat?,’
Ternyata ada suster yang samperin nenek, kalo Momo denger suaranya, mirip suster yang bersuara di kamar mandi tadi waktu momo boker.
Nenek Momo mulai curhat.
‘Oma sehat, cuma kaki oma ajah yang uda ngga kuat jalan,’
Si suter jawab, ‘Wah ia oma sehat, tapi kok ngga kerumah sakit sih.’
( Lah kalo sehat ngapain ke sini sus !)
‘Yaudah ya oma, aku balik kerja lagi yah.’
Nenek jawab, ‘ia ia...’

(ternyata suster ada juga yang setress )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentarnya kakak :p

Mengenai Frisky removy