Di lantai dua, juga ngga kalah
lamanya kita ngantri, emang sih ngga perlu berbaris, seperti barisan bebek
dibank, kita cukup daftar dan tunggu dipanggil, jadi kita bebas tunggu dimana
ajah, bahkan waktu Momo boker, ternyata ada speker untuk memanggil,
‘Ibu yani !’
Momo diem ngga nyadar, karena lagi
asik,
‘Maaf apa ini ibu yani?’
‘hah?’
Sambil nengok ke atap, bimbang,
Momo bertanya dalam hati,
‘Apa dia ngomong ke Momo ?’
lalu diperjelas lagi,
‘yang di wc apa ibu yani?’
Mungkin dalam hati nya,
‘yang lagi boker apa ibu Yani ?’
Lalu Momo jawab,
‘Bu..bukan kok,’
Momo menunggu jawabannya,
‘Maaf, terimakasih, tuut !.'
Berharap bisa kenalan sama suster,
‘Eh nama kamu siapa?, ... ?? ....
???..’
Tak ada jawaban, mungkin lain kali,
Momo harus lebih agresif, dalam berkenalan.
Setelah selesai, urusan di wc,
Momo keluar, dan kembali ke alam bebas. Nenek dan mba Sri menyuruh duduk
dibarisan mereka. Lagi lagi mereka mengubah kursi panjang menjadi taman sapari
ok Momo duduk disana, saat Momo melewati mbak sri, ada bau, yang menyengat,
sengatan lebah. jadi Momo duduk rada kepinggir. di pojok, di bawah kotak besar,
yang mengeluarkan suara dan gambar.
Momo heran kenapa diruangan
tunggu harus tertata seperti lingkaran. karena yang menyiksa Momo, sebagai
manusia biasa, hasrat ingin menonton TiVi pun timbul, apa lagi, setelah mahluk
nyata, di depan Momo tertawa terbahak bahak sewaktu menonton.
Untungnya Momo diciptakan
dengan kejenius, Momo terapkan ilmu fisika tentang sudut pandang, Momo
membentuk sudut 180 derajat antara dagu dan tulang leher, alhasil setelah lima
menit, leher Momo masuk angin, Momo menyerah, dan kembali memandangi orang
orang yang sedang terbahak.
-_0
Karena
bosan, Momo cari objek yang bisa Momo tonton, lirik kekiri ada pintu yang udah
terkelupas (ngga diluar, ngga di dalem, sama kumuh !) Momo liat kekanan, ada
mantri keluar dari ruang dokter bawa keranjang dorong swalayan,
‘Oh
mungkin dia dapat pas belanja di citos. ‘
‘Hei oma ya!,’
Ada suara dari samping
memanggil nenek, Momo langsung nengok ke nenek,
‘Oma apa kabar, sehat?,’
Ternyata ada suster yang
samperin nenek, kalo Momo denger suaranya, mirip suster yang bersuara di kamar
mandi tadi waktu momo boker.
Nenek Momo mulai curhat.
‘Oma sehat, cuma kaki oma ajah
yang uda ngga kuat jalan,’
Si suter jawab, ‘Wah ia oma
sehat, tapi kok ngga kerumah sakit sih.’
( Lah kalo sehat ngapain ke
sini sus !)
‘Yaudah ya oma, aku balik kerja
lagi yah.’
Nenek jawab, ‘ia ia...’
(ternyata suster ada juga yang
setress )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentarnya kakak :p