Rabu, 04 Juni 2014

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.4 No antrian 414

Setelah sampai Di RS (dirahasiahan), seperti layaknya ibu ibu rempong lagi belanja sayur didepan rumah, om Iksan juga melakukan hal yang sama,
‘Mo kamu langsung daftar gih!’
Padahal letak mobil belum layak untuk Momo jejakkan kaki ketanah, dan untuk apa harus buru-buru, toh sama –sama ngantri juga
‘Sekarang?’
Mempertegas kapan harus turun.
‘Eh nanti ajah de’
Mungkin dia mengerti perasaan Momo
‘Kapan?’
‘Bentar.. bentar lagi’
Momo seperti pelari yang menunggu aba aba!
siap! siap!
satu.. dua.. tiga..
Momo jalan menuju mesin regristasi! mungkin semua orang yang pernah ke per(dirahasiakan) akan tau bentuk mesin ini. Momo jalan, biasa, dan ngga perlu lari! kalau lari bisa bisa menurunkan harga warteg dan martabak.
Disana ada satpam yang kerjaannya cuma duduk diem ngga bergeming, mungkin kah celananya lagi robek?, ataukah kaus kaki beda sebelah?, dan yang menjengkelkan mereka cuma ngelihatin Momo yang lagi kebingungan. Momo kringet dingin ngelihat komputer layar sentuh ini.
‘Pak ! pensiunan pencet mana?’
Sambil nunjuk ke layar .
‘Pencet regristasi dek’

minus : makan gaji buta nih orang ! (teroris mungkin bahagia banget kalau tau hal ini)

Keluarlah kertas kecil dengan tulisan ke 414, cukup menjelaskan kenapa satpam itu tidak menegur Momo. sudah ada empat ratus pasien, dibawah 414 ada penjelasan lagi, sisah 25 antrian.
Oh mai dot !! banyak bener!.
Setelah mba Sri menurunkan nenek dari kap mobil. ralat ya, dari dalam mobil, ahkirnya Momo paham, kenapa ada julukan orang udik. cerita mbak sri pun mulai, dia mulai sibuk dengan barang bawaannya, tiba tiba kursi tunggu di sulap menjadi tempat piknik keluarga, tas-tas besar milik nenek berjejeran. Untung ajah tadi ngga bawa tiker.
Tas popok yang besar, yang rada kecil tempat makan. dan ini menjadi pemandangan yang membuat kemaluan Momo bergetar.
Sepasang suami istri yang baru datang, memandangi tempat ajaib ini.
yang cewe, nunjuk-nunjuk
‘Mas, kita duduk disana ajah.’
Yang cowo,
‘Jangan ada orangnya! sambil ngajak ketempat lain.’
Momo dari jauh cukup menutup muka, dengan maksud jangan sampe ada yang nyadar kalo Momo satu rombongan dengan mereka.
Kursi kan buat duduk, bukan buat boking tempat mbak! (setres sendiri) Momo Ngomong dalam hati.
Nenek menyuruh mbak Sri mengambil roti, dan menyuguhkan ke Momo,
‘Sri kasih ke Momo.’
Mba Sri pun datang.
‘Kak, Roti.’
Momo geleng geleng, sambil menggetarkan pita suara ‘MmmM..’Pura-pura ngga kenal.
Tapi biarpun Momo sejahat itu, Momo terus memperhatikan tingkah laku mereka. selesai makan roti, nenek menyuruh mba membuang sampah, otomatis kursi disebelah nenek kosong dengan baik hati atau apalah, nenek malah menaruh tongkatnya didepan kursi kosong tempat mba Sri besemedi dengan segala bau bau ahkir zaman.

Kemudian datanglah pria separuh baya. Dia heran dan bertanya,
     ‘Tongkat siapa?’
Dia lirik ke nenek, nenek pura pura ngga lihat, mungkin supaya ngga ditanya, ‘nek temennya pergi kemana? kok tongkatnya ketinggalan?’
Kalo tas di atas kursi, masih wajar, tapi tongkat di depan kursi, maksudnya apa? Dia cuma mampu menggaruk kepalanya. Mungkin didalam hatinya
Kalau duduk? gua harus siap siap di usir, tapi kalau gue ngga duduk? kaki gue pegel..
kegelisahan hatinya terpancar dari gaya dia berjalan foto model, maju mundurnya didepan tongkat nenek.
Ahkirnya dia hanya bisa mandangin kursi, sama tongkat sakti nenek yang tegak berdiri seperti mengancam setiap orang yang mendekat. lalu dia pergi juga.
Banyak orang unik dirumah sakit ini, semua bertingkah laku sama kaya nenek Momo dan mbak Sri. Sambil memandangi kursi sebelah nenek, Momo teringat sama peliharaan yang kita bawa dari rumah, MBAK SRI yang ngga balik-balik setelah disuruh buang sampah.
Momo arahkan pandangan, mencari lokasi pembuangan sampah. saat terlihat. ternyata dia lagi asik teleponan, Momo jadi keringet dingin, karena sudah banyak yang bolak balik mengincar tempat duduk disebelah nenek, tongkat sakti nenek pun menantang mereka satu satu. Momo takut nenek digebukin, karena memblokade kursi dengan tongkat. Sambil membaca memanggil jelangkung, Momo coba panggil mbak sri, mbak sri mbak sri disini ada pesata... Momo perhatiin lagi, ternyata si mbak sri sudah kesurupan babi hutan.
‘Apa yang dia bicarain disebelah tong sampah?’
Lima menit berikutnya mba Sri kembali kesebelah nenek, rasa gelisa pun redah. menghilangkan kebosanan, Momo putuskan untuk memandangi sekeliling ruangan tunggu ini.



Melihat tingkah unik orang-orang di rumah sakit ini, cewe dengan rok pendek lewat, dia duduk dengan memaksakan roknya ke depan dengkul. menarik sambil menggoyangkan pinggul, meskipun dia tau itu ngga kan ada gunanya. Lalu cewe berpenutup kepala meng garuk garuk dagunya, oh mungkin dagunya sudah mulai jamuran. Ada  lagi orang yang terima telepon dengan suara keras,
‘Halloo!! Opung? apa kabar ?.’
Lewat gitu ajah, mirip motor berkenalpot kaleng, ‘Breeeeenggggg’
Satu jam kemudian, akhirnya tiba antrian no 414… hasilnya kita disuruh pulang, ??? boong deh, kita di usir kelantai dua, ruang kebidanan, dalam hati Momo udah triak triak, ‘bosan-bosan’dan membayangkan menendang bokong mba sri.... ‘aaaaaaa bosan!’
‘Ayo naik lift’
Dalem lift Momo berhayal nari nari untuk ngusir semua orang. Saat naik keatas dengan lift, Momo coba sabar, Momo jalan dengan otak berdenyut, pala Momo mulai pusing, mungkin karena belum minum, Momo tanya ke mba sri
 ‘Mbak ada minum ngga,’
Dia ngga jawab, tapi langsung merogoh bawaannya, . . . ‘ini ada,’Sambil menyuguhkan aqua gelas ke Momo
‘Eh bentar’
Mba sri memberhentikan Momo, Momo tatap, dia seperti mencari sesuatu dalam bawaannya,
‘Nah ini sedotan,’
Momo jawab, ‘Ngga usah mbak’,
Dia bingung saat Momo tolak.
‘Ia ngga usah mbak!,
Momo jelaskan ‘Sedotan itu lubang nya kecil,’
Dia menaruh kembali dan pura-pura mengerti dengan jawaban
‘Owwh,’
s-was n� � i @� �?� a, sampe telepon dia dengan teriak-teriak.. waaa..waaaa.waaaa.. itu suara yang kedengeran waktu gue nguping pembicaraan dia dengan ibunya

Terpaksa gue nganter dia pulang, rumah nya ada di kalibata, cukup jauh, dan karena udah malem, gua pake mobil untuk nganterin dai pulang,
‘sayang kamu lihat kucing terbang ngga?’
‘Mana?’
‘Itu diatas’

‘Ngga lihat tuh..’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentarnya kakak :p

Mengenai Frisky removy