Rabu, 04 Juni 2014

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.6 Di Tamatkan

Setelah lama menunggu, nenek minta ke kamar mandi,
‘Kak anterin oma, ke WC. '
‘Ok siap.’
tapi dalam hati,
‘Si mbak kemana yah?’
Momo tengok, kanan kiri, sambil nuntun nenek, dan rada di pojokan, deket tong sampah lagi, mbak Sri teleponan,
‘Astaga !’
Yaudah Momo sabar sabar ajah, nanti dirumah Momo kasih obak cacingan tuh orang, biar berak berak, Momo terus tuntun nenek sampe ke kamar mandi,
‘Oma, sampe disini ajah yah, masuk ke wc nya sendiri,’
Dan Momo menunggu di luar, Momo pandangi setiap dingding, ada banyak poster iklan mengenai kesehatan ibu dan anak, semua mengenai, bayi, kesehatan bayi, ibu, kesehatan ibu, tapi ngga ada tentang suami, padahal yang ngurus istri hamil kan suami. katanya demokrasi, meneriaki persamaan gender.
hmm.. Momo lihatin.. pesan pesan poster ini, Momo baca, Momo pahami isi dan makna, ngga tau nya ini ilmu buat suami, mengenai pemberian susu, sebelum hamil, selagi hamil, dan sesudah hamil. karena perempuan mana mungkin kepikiran untuk merawat diri! mandi ajah males.
Setelah membaca, Momo ber sumpah, akan menjaga istri saya, jika dia sedang hamil. Tapi hamil doang, masa tiap setiap waktu? nanti yang jagain papah siapa? halah.. Momo jadi menghayal, pacar ajah belum punya. sambil ketawa sendirian, didepan poster bayi, Momo senyum senyum ngga jelas,
‘Mas nenek nya manggil tuh. '
‘Oh ia.. makasih,’
Ternyata Momo sudah menjadi tontonan orang - orang hamil, betapa memalukannya diri Momo, belum punya istri, tapi udah baca poster ibu ibu hamil.
Sambil menuntun kembali nenek ke bangku, akhirnya mba Sri datang, dan Momo rada sedikit jengaa, karena Momo serasa pasangan baru, dengan nenek sebagai hasil perbuatan cinta Momo dengan mba sri, astaga!
Setelah duduk, seperti biasa Momo rada menarik diri dari mereka berdua, dan menanti antrian nenek berakhir. sangking lamanya antrian nenek, dari duduk pake pantat, sampe merosot menggunakan pinggul. moment sperti ini pengen rasanya tidur, tapi Momo tetap bertahan, kalau Momo tidur, Momo bakal jadi layar tancep, dengan judul orang batak tidur.
Didepan Momo ada cowo yang udah tewas, (dia bisa tidur, tanpa rasa malu, ini bukan lagi soal hak asasi, tapi ini soal, lo punya kemaluan atau ngga) lalu selagi berusaha menahan serangan ngantuk, tiba tiba OB datang menyapu tepat didepan Momo, otomatis Momo angkat kaki. Momo sampai sekarang suka bertanya, kalau orang lagi duduk, lalu ada orang nyapu, tepat dibaawah kaki sapu itu digerakin, lalu debunya berterbangan di hidung lo, itu sopan atau kagak ya?
‘Ibu sami!!’
Nenek pun dipanggil masuk kedalam ruang dokter, bersama mba sri.. momo jadi pengen tau reaksi si dokter kalau mbak sri, ruang dokter  itu kecil, bisa bisa meracuni setiap orang yang ada diruang itu..ntah apa yang menyebabkan ketek sebau itu, kalau bisa momo pengen mandiin dia, Cuma buat gosok keteknya, momo aduk semua bahan sabun, mulai daari sabun tangan, sabun muka, sabun cuci piring, sabun cuci baju.. momo kocok, terus momo gosok gemas di keteknya,. Hmm... tapi momo pikir pikir, seperti tidak mungkin..
Yah jam pun berjalan cepat sampe Akhirnya kita pulang, Momo telepon om Angki untuk di jemput. Didepan.. ‘hallo om angki kita udah selesai, tolong jemput..’
Ada kejadian lucu, saat mau pulang, ternyata tongkat nenek ketinggalan, nenek Momo langsung ngomelin mbak Sri, ‘Kenapa kamu tinggalin? ‘kenapa kamu lupaan jadi orang !!! kenapaaaaa... mbak Sri pun segera lari terbirit birit mencari tongkat sakti nenek. tapi beruntung tongkatnya ngga jadi ilang.
Mungkin tuh tongkat nenek merasa sedih karena sudah diperlakukan tidak semestinya oleh nenek yang sudah lama di anggap teman seperjuangannya dan berusah lari dari hidup nenek, tapi sayang tuh tongkat melarikan diri setengah hati, sehingga dia dengan mudah di temukan oleh mbak sri.. sabar yah tong.. nenek emang gitu..

“Gue juga sering digituin...”

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.5 Lantai Dua

Di lantai dua, juga ngga kalah lamanya kita ngantri, emang sih ngga perlu berbaris, seperti barisan bebek dibank, kita cukup daftar dan tunggu dipanggil, jadi kita bebas tunggu dimana ajah, bahkan waktu Momo boker, ternyata ada speker untuk memanggil,
‘Ibu yani !’
Momo diem ngga nyadar, karena lagi asik,
‘Maaf apa ini ibu yani?’
‘hah?’
Sambil nengok ke atap, bimbang, Momo bertanya dalam hati,
‘Apa dia ngomong ke Momo ?’
lalu diperjelas lagi,
‘yang di wc apa ibu yani?’
Mungkin dalam hati nya,
‘yang lagi boker apa ibu Yani ?’
Lalu Momo jawab,
‘Bu..bukan kok,’
Momo menunggu jawabannya,
‘Maaf, terimakasih, tuut !.'
Berharap bisa kenalan sama suster,
‘Eh nama kamu siapa?, ... ?? .... ???..’
Tak ada jawaban, mungkin lain kali, Momo harus lebih agresif, dalam berkenalan.





Setelah selesai, urusan di wc, Momo keluar, dan kembali ke alam bebas. Nenek dan mba Sri menyuruh duduk dibarisan mereka. Lagi lagi mereka mengubah kursi panjang menjadi taman sapari ok Momo duduk disana, saat Momo melewati mbak sri, ada bau, yang menyengat, sengatan lebah. jadi Momo duduk rada kepinggir. di pojok, di bawah kotak besar, yang mengeluarkan suara dan gambar.
Momo heran kenapa diruangan tunggu harus tertata seperti lingkaran. karena yang menyiksa Momo, sebagai manusia biasa, hasrat ingin menonton TiVi pun timbul, apa lagi, setelah mahluk nyata, di depan Momo tertawa terbahak bahak sewaktu menonton.
Untungnya Momo diciptakan dengan kejenius, Momo terapkan ilmu fisika tentang sudut pandang, Momo membentuk sudut 180 derajat antara dagu dan tulang leher, alhasil setelah lima menit, leher Momo masuk angin, Momo menyerah, dan kembali memandangi orang orang yang sedang terbahak.
-_0
Karena bosan, Momo cari objek yang bisa Momo tonton, lirik kekiri ada pintu yang udah terkelupas (ngga diluar, ngga di dalem, sama kumuh !) Momo liat kekanan, ada mantri keluar dari ruang dokter bawa keranjang dorong swalayan,
‘Oh mungkin dia dapat pas belanja di citos.  ‘

‘Hei oma ya!,’
Ada suara dari samping memanggil nenek, Momo langsung nengok ke nenek,
‘Oma apa kabar, sehat?,’
Ternyata ada suster yang samperin nenek, kalo Momo denger suaranya, mirip suster yang bersuara di kamar mandi tadi waktu momo boker.
Nenek Momo mulai curhat.
‘Oma sehat, cuma kaki oma ajah yang uda ngga kuat jalan,’
Si suter jawab, ‘Wah ia oma sehat, tapi kok ngga kerumah sakit sih.’
( Lah kalo sehat ngapain ke sini sus !)
‘Yaudah ya oma, aku balik kerja lagi yah.’
Nenek jawab, ‘ia ia...’

(ternyata suster ada juga yang setress )

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.4 No antrian 414

Setelah sampai Di RS (dirahasiahan), seperti layaknya ibu ibu rempong lagi belanja sayur didepan rumah, om Iksan juga melakukan hal yang sama,
‘Mo kamu langsung daftar gih!’
Padahal letak mobil belum layak untuk Momo jejakkan kaki ketanah, dan untuk apa harus buru-buru, toh sama –sama ngantri juga
‘Sekarang?’
Mempertegas kapan harus turun.
‘Eh nanti ajah de’
Mungkin dia mengerti perasaan Momo
‘Kapan?’
‘Bentar.. bentar lagi’
Momo seperti pelari yang menunggu aba aba!
siap! siap!
satu.. dua.. tiga..
Momo jalan menuju mesin regristasi! mungkin semua orang yang pernah ke per(dirahasiakan) akan tau bentuk mesin ini. Momo jalan, biasa, dan ngga perlu lari! kalau lari bisa bisa menurunkan harga warteg dan martabak.
Disana ada satpam yang kerjaannya cuma duduk diem ngga bergeming, mungkin kah celananya lagi robek?, ataukah kaus kaki beda sebelah?, dan yang menjengkelkan mereka cuma ngelihatin Momo yang lagi kebingungan. Momo kringet dingin ngelihat komputer layar sentuh ini.
‘Pak ! pensiunan pencet mana?’
Sambil nunjuk ke layar .
‘Pencet regristasi dek’

minus : makan gaji buta nih orang ! (teroris mungkin bahagia banget kalau tau hal ini)

Keluarlah kertas kecil dengan tulisan ke 414, cukup menjelaskan kenapa satpam itu tidak menegur Momo. sudah ada empat ratus pasien, dibawah 414 ada penjelasan lagi, sisah 25 antrian.
Oh mai dot !! banyak bener!.
Setelah mba Sri menurunkan nenek dari kap mobil. ralat ya, dari dalam mobil, ahkirnya Momo paham, kenapa ada julukan orang udik. cerita mbak sri pun mulai, dia mulai sibuk dengan barang bawaannya, tiba tiba kursi tunggu di sulap menjadi tempat piknik keluarga, tas-tas besar milik nenek berjejeran. Untung ajah tadi ngga bawa tiker.
Tas popok yang besar, yang rada kecil tempat makan. dan ini menjadi pemandangan yang membuat kemaluan Momo bergetar.
Sepasang suami istri yang baru datang, memandangi tempat ajaib ini.
yang cewe, nunjuk-nunjuk
‘Mas, kita duduk disana ajah.’
Yang cowo,
‘Jangan ada orangnya! sambil ngajak ketempat lain.’
Momo dari jauh cukup menutup muka, dengan maksud jangan sampe ada yang nyadar kalo Momo satu rombongan dengan mereka.
Kursi kan buat duduk, bukan buat boking tempat mbak! (setres sendiri) Momo Ngomong dalam hati.
Nenek menyuruh mbak Sri mengambil roti, dan menyuguhkan ke Momo,
‘Sri kasih ke Momo.’
Mba Sri pun datang.
‘Kak, Roti.’
Momo geleng geleng, sambil menggetarkan pita suara ‘MmmM..’Pura-pura ngga kenal.
Tapi biarpun Momo sejahat itu, Momo terus memperhatikan tingkah laku mereka. selesai makan roti, nenek menyuruh mba membuang sampah, otomatis kursi disebelah nenek kosong dengan baik hati atau apalah, nenek malah menaruh tongkatnya didepan kursi kosong tempat mba Sri besemedi dengan segala bau bau ahkir zaman.

Kemudian datanglah pria separuh baya. Dia heran dan bertanya,
     ‘Tongkat siapa?’
Dia lirik ke nenek, nenek pura pura ngga lihat, mungkin supaya ngga ditanya, ‘nek temennya pergi kemana? kok tongkatnya ketinggalan?’
Kalo tas di atas kursi, masih wajar, tapi tongkat di depan kursi, maksudnya apa? Dia cuma mampu menggaruk kepalanya. Mungkin didalam hatinya
Kalau duduk? gua harus siap siap di usir, tapi kalau gue ngga duduk? kaki gue pegel..
kegelisahan hatinya terpancar dari gaya dia berjalan foto model, maju mundurnya didepan tongkat nenek.
Ahkirnya dia hanya bisa mandangin kursi, sama tongkat sakti nenek yang tegak berdiri seperti mengancam setiap orang yang mendekat. lalu dia pergi juga.
Banyak orang unik dirumah sakit ini, semua bertingkah laku sama kaya nenek Momo dan mbak Sri. Sambil memandangi kursi sebelah nenek, Momo teringat sama peliharaan yang kita bawa dari rumah, MBAK SRI yang ngga balik-balik setelah disuruh buang sampah.
Momo arahkan pandangan, mencari lokasi pembuangan sampah. saat terlihat. ternyata dia lagi asik teleponan, Momo jadi keringet dingin, karena sudah banyak yang bolak balik mengincar tempat duduk disebelah nenek, tongkat sakti nenek pun menantang mereka satu satu. Momo takut nenek digebukin, karena memblokade kursi dengan tongkat. Sambil membaca memanggil jelangkung, Momo coba panggil mbak sri, mbak sri mbak sri disini ada pesata... Momo perhatiin lagi, ternyata si mbak sri sudah kesurupan babi hutan.
‘Apa yang dia bicarain disebelah tong sampah?’
Lima menit berikutnya mba Sri kembali kesebelah nenek, rasa gelisa pun redah. menghilangkan kebosanan, Momo putuskan untuk memandangi sekeliling ruangan tunggu ini.



Melihat tingkah unik orang-orang di rumah sakit ini, cewe dengan rok pendek lewat, dia duduk dengan memaksakan roknya ke depan dengkul. menarik sambil menggoyangkan pinggul, meskipun dia tau itu ngga kan ada gunanya. Lalu cewe berpenutup kepala meng garuk garuk dagunya, oh mungkin dagunya sudah mulai jamuran. Ada  lagi orang yang terima telepon dengan suara keras,
‘Halloo!! Opung? apa kabar ?.’
Lewat gitu ajah, mirip motor berkenalpot kaleng, ‘Breeeeenggggg’
Satu jam kemudian, akhirnya tiba antrian no 414… hasilnya kita disuruh pulang, ??? boong deh, kita di usir kelantai dua, ruang kebidanan, dalam hati Momo udah triak triak, ‘bosan-bosan’dan membayangkan menendang bokong mba sri.... ‘aaaaaaa bosan!’
‘Ayo naik lift’
Dalem lift Momo berhayal nari nari untuk ngusir semua orang. Saat naik keatas dengan lift, Momo coba sabar, Momo jalan dengan otak berdenyut, pala Momo mulai pusing, mungkin karena belum minum, Momo tanya ke mba sri
 ‘Mbak ada minum ngga,’
Dia ngga jawab, tapi langsung merogoh bawaannya, . . . ‘ini ada,’Sambil menyuguhkan aqua gelas ke Momo
‘Eh bentar’
Mba sri memberhentikan Momo, Momo tatap, dia seperti mencari sesuatu dalam bawaannya,
‘Nah ini sedotan,’
Momo jawab, ‘Ngga usah mbak’,
Dia bingung saat Momo tolak.
‘Ia ngga usah mbak!,
Momo jelaskan ‘Sedotan itu lubang nya kecil,’
Dia menaruh kembali dan pura-pura mengerti dengan jawaban
‘Owwh,’
s-was n� � i @� �?� a, sampe telepon dia dengan teriak-teriak.. waaa..waaaa.waaaa.. itu suara yang kedengeran waktu gue nguping pembicaraan dia dengan ibunya

Terpaksa gue nganter dia pulang, rumah nya ada di kalibata, cukup jauh, dan karena udah malem, gua pake mobil untuk nganterin dai pulang,
‘sayang kamu lihat kucing terbang ngga?’
‘Mana?’
‘Itu diatas’

‘Ngga lihat tuh..’

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.3 Dalem Mobil

Momo menghela nafas panjang, mengahkiri kenangan itu sembari berdiri di dekat jendela kamar.. kembali kedunia nyata, Momo masih yakin kalau kesempatan itu ada.. “Ternyata mama lekas menjawab doa.”
Took…took..took..!! pintu kamar berbunyi
Momo diemin..
Ketokan ke dua ‘toook…tok..tok..tok!!
Momo cuekin.. -__-
kali ini lebih kencang.
Ketokan ketiga, toook…tok..tok..tok! dalam hati udah dongkol,
Momo  bergumam
‘Siapa sih !’x__x
‘Kakak !! Oma mau kerumah sakit, kamu mau di rumah atau ikut?’
teringat tentang kesempatan! seperti tersengat listrik statis. Mungkin ini adalah jawaban doa!
mengepal tangan ke atas, YOOO!! lalu Momo jawab:
‘Ia, aku ikut.’
Thx yah mom!
‘Sana mandi… kita dijemput om Icksan.’
Singkat cerita semua udah di mobil, yang ikut : Momo, nenek, embak sri, om icksan, dan om angki sebagai supir pribadi.
eni wai.. Momo ini naksir banget sama kepala yang dimiliki om Angki, pengen Momo pacarin kepalanya, lalu Momo taruh bibit unggul jagung hibrida, dan beras ciganjur, biar padi dan jagung bisa menghiasi lahan lincin seluas bola plastik itu.
Dalam keadaan pintu sudah tertutup rapat, om Iksan bilang,
‘tadi bau telor busuk, masuk ke mobil.’


Padahal sih Momo paham maksudnya, itu sih bau ketiak milik mbak sri, Momo hanya tertawa cekikikkan dalam hati.
lalu dari kaca spion Momo perhatiin mbak Sri semakin mengempit ketiaknya, dengan semangat perjuangan empat lima, agar bau nya tidak menyebabkan penjajahan didalam mobil. dia pun terus mengempit, dan menggeser pantatnya, duduk rada kepojok.
Teringat lagi tentang kesempatan, Kalo begitu, Momo harus menangkap hal sekecil apapun. Momo ambil selembar kertas dan pulpen dari tas, Momo pandangin gedung-gedung, Mall-mall, lewat satu—lewat lagi dua. Tiga.. empat…. dan seterusnya..
‘kenapa yah padahal kota elit, tapi warna bangunannya nya sudah pudar?’
Momo taruh kertas di pangkuan Momo, mulailah Momo menulis
“bangunan di jakarta cacat.”
Momo berfikir, coba  Pemerintah lebih kritis dari Momo, mungkin mereka akan mengeluarkan peraturan tentang bangunan dijalan raya.
“Harus Tampak Indah Baik Dari Dalam Maupuan Luar.”
Setelah selesai dengan hal kekusangan jakarta, Momo coba perhatikan lagi liku-liku jakarta..
tidak ada yang bisa dikomentari sejauh ini. Tiba tiba om Angki bersuara...
‘Pak.. kita lewat jalan jembatan antasari non tol, yah pak’Makasudnya berbicara ke om Icksan
om Icksan pun menjawab ‘Oh ia boleh boleh ki’
-Katanya sih biar ngga macet !
Eh ga tau nya, macet juga.. x_x
Momo yakin, dalam hati si om angki bilang, ‘Sialan nih macet, bikin malu gue!’
‘kok macet yah ?’
Momo bertanya seperti peneliti yang melakukan penelusuran kenapa ada semut diatas meja makan. Kenapa pohon goyang goyang kalo ada angin. Kenapa kuda larinya kedepan. Pokoknya pertanyan ini suguh ngga ada kegunaan buat siapapun yang denger.

Setelah menunggu lama, ketahuan penyebabnya : numpuk di puteran!
‘Jadi cuma gara-gara muter balik ?’
satupun ngga ada yang mau ngalah, semua ingin lebih cepat..
oh ini mungkin ini bisa jadi materi Momo,
Momo tulis lagi
mungkin ngga penting, tapi harus di tulis, diputeran pasti macet. Jika Momo jadi gubernur, Momo mau mengajak para pemilik mobil untuk mengalah.
“satu kendaraan untuk satu kendaraan”
Dibelakang pembicaraan, Momo ancem begini,
‘kalo ga nurut Momo buat polisi tidur di tiap puteran!
Selesai  macet, Momo terdiam menatap jalanan, tapi dari disitulah Momo sadar banyak keunikan dijakarta, contohnya seperti banyak rumput liar tumbuh dipinggir jalan, yang nyatanya jalan ini baru ajah di aspal!

Tukang ojek memenuhi setiap halte, yah padahalkan halte buat nunggu angkutan umum, bukan angkutan pribadi(ojek) masih ada peminta minta, pak ogah, parkir dimana mana.

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.2 Kesempatan

Kesempatan, Momo teringat hal-hal yang buat Momo ngga akan ngelupain kesempatan,. waktu ngejar mantan untuk kembali jadi pacar. lima kali Momo tembak lewat esemes, tapi ditolak.
‘Kak, kita mau jalan ke bandung, kak richie nikah, kamu mau ikut?,’
Kebetulan Sabrina mantan yang sekaligus gebetan yang Momo rasa cocok untuk jadi pacar lagi, karena alasan sederhana, dia pernah nolak ajakan kencan,
‘Maaf aku udah punya pacar, aku ngga bisa jalan lagi sama kamu’
dalam pemikiran Momo, cewe seperti ini adalah cewe setia..
Tepat dihari pernikahan sepupuh, yang sekaligus hari kesepakatan untuk bertemu dengan dia, Momo gelisa, sebab Momo harus memilih dan memikirkan akibat pilihan, kalau ikut pernikahan Momo ngga ketemu dia, kalau ketemu dia Momo ngga bisa hadir dipernikahan,
‘hahh bingung mah’Momo pikirin jawabannya dulu.
Momo kebelakang, sambil berdoa dalam hati, Momo buat tulisan dalam goresan lingkaran, dengan diselingi, tulissan ikut nikah, ketemu dia, satu kali bolpen jatuh di pernikahan, dan dua kali bolpen jatuh bertemu dia. Momo segera berdoa
‘Tuhan jangan main-main dong, ini serius, soalnya menyangkut masa depan keturunan Momo.  Amin,’
Momo taruh ujung bolpen ditengah lingkaran, tutup mata dan menjatuh kan lagi.. kali ini Momo melihat bolpen jatuh di Sabrina.
Ok selesai, Momo bakar alat mistik itu.. ahkirnya pas mau jalan,
‘mah kakak ngga ikut, soalnya Sabrina mau kerumah,’
mama segera curiga, menatap mata dengan pisau, tajam, sambil mengancam anaknya
‘awaas yah jangan ke bablassan kalau dirumah, kalau ciuman ajah boleh’
Sambil pura-pura polos bego, ‘apaaan sih mah.. gih sana jalan.hus-hus’



Waktu dirumah Momo coba hidangankan makanan mewah untuk Sabrina, maka Momo putuskan untuk belanja ke warteg
Rendang, nasi bungkus, plus minuman air putih, mewah kan ??
 Momo tata aapik diatas meja, sambil menunggu datangnya Sabrina. ‘heh’ternyata dia kirim esemes
‘gue kan cewe, jemput napa!’
awalnya dia janji dateng tanpa dijemput, tapi pas pertengahan perjalanan ke rumah dia sadar kalau dirinya ternyata wanita, mungkin dia habis dari toilet.
Momo balas ‘iyah, mau jemput dimana?,
‘halte uki’
Padet, singkat, jelas, Momo langsung keluarin motor dan menjeput dia disana, setelah sampai di halte uki, ternyata dia sudah nunggu lama, dengan rawut wajah hendak makan orang, Momo pasang wajah bodoh, sambil ngomong
‘yuk naik’
matanya menyipit mirip mata ninja lihatin Momo, Momo balas dengan senyuman manis yang bisa buat sepuluh wanitan yang menatap masuk ke RSJ. Ahkirnya dia terhipnotis langsung naik ke atas motor. duduk dibelakang, menggeser pantatnya rada menjauh agar dadanya tidak tersentuh punggung Momo.
Sampai dirumah, Momo segera menawarkan makan siang bareng, membuka tutup saji yang sudah menyimpan makanan mewah rendang plus nasi bungkus,
Mewah kan?
‘ayuk makan...’
Sabrina ini bertubuh besar dan kuat, kalau makan bisa sampai lima belas mie yamin habis dalam satu hari.
‘masih laper?’Momo melihat ke arah dia
dia jawab dengan jaim ‘udah cukup, gue lagi diet’
Ooohh sambil manggut manggutin kepala, serasa tidak yakin atas jawabannya..
‘eh kita nonton pilem yuk,’

‘bentar gue cuci piring dulu’
ooowh Momo manggut manggut lagi, dalam hati mikir, pas banget ini jadi calon bini gue..
Dia nyuci piring, Momo siapin pelem, pelem kartun
“Meet the Robinsons”
sambil siapin bangku buat duduk berdua, teringat pesan mama ‘jangan kebablasan’ok bangku nya satu satu..jadi ada jarak sepuluh senti..
sampai sampai pas kita lagi nonton, jarak sepuluh senti tidak ada artinya, kepala kita saling bertemu, dan memegang tangan.. owwhhh romantis.. dalam hati mungkin kalau hari ini gue tembak, dia akan jawab iya gue mau..
Ngga sadar kita nonton sampe gelap, gelapan karena lupa nyalahin lampu,
‘eh gue nyalahin lampu dulu’pergi ninggalin Sabrina, melepas tangan yang udah berjam jam ngga dilepas, basah coy
Dia pun segera berdiri, dan menyibukan diri untuk beresin rumah, ambil sapu nyapu nyapu..
setelah kelar nyalahin lampu, dia masih nyapu ala orang males, males nunduk. Momo ajak makan lagi.. eh kita makan yuk.. dia jawab sedikit protes
‘ih lo itu, gue lagi diet, tapi lo terus nawarin makan!’
yah maksudnya kan baik, supaya dia jangan pingsan dirumah Momo,
‘tapi kalo lo pingsan, nanti gue juga yang repot’
Ntah ngga denger atau pura-pura bolot, dia terus nyapu ke arah depan rumah..
Momo ingat kalau ada kokokran dikulkas plus susu capi putih, Momo ajak makan ala orang bule di pagi hari. Wajah nya pun tidak ada perlawanan, Momo pun mengeluarkan makanan bule itu dan taruh di atas meja makan.
Sreeeepp.. sreeeeeppp... ternyata setelah nyapu, dia langsung duduk diseblah Momo didepan meja makan, dia ikut makan sampe nambah dua kalii.. memang ga bisa di sangkal, munstahil untuk orang gede kaya dia untuk diet,
‘lo inget ga gue nembak udah berapa kali?’sambil nguyup kokoran

Dia jawab, ‘emang berapa kali?’
Nih anak beneran lupa atau Cuma Momo doang yang ngitungin yah? ‘yah gue udah lo tolak  lima kali’
Sambil melap pipinya sendiri, ‘terus kenapa, lo mau gue tolak lagi?’
Momo segera memasang wajah bodoh, dan menjawab dengan panah racun cinta, ‘iyah, kali ini gue mau nembak lo, kalau lo nolak, gue pastiin ini terahkir kali gue ngejar ngejar lo’setelah itu gue menghilang.
Dia diam mematung lihatin Momo, ‘yaudah tembak ajah’
‘lo mau jadi pacar gue’
Sambil lomba makan kokoran... sap-sap-sap.. Momo kelar duluan,
‘Iyah gue mau’
Oooohhhkk
Mendengar jawaban itu Momo jadi keselek potongan kokoran yang nyangkut di gigi. ‘oooohhoookkk’sambil meneteskan air mata, ‘serius lo?’
Momo lihat ke arah dia..
‘Ia serius’
Ahkirnya Momo jadian sama Sabrina...
Awal kali jadian, kita sama-sama ngga tau harus ngapain, mirip orang gila ketemu orang setengah waras, kita terus senyum-senyum ngga jelas, foto-foto ngga jelas, dan akhirnya sabrina harus sampe pulang kemaleman.
Ibunya juga udah was-was nyari dia, sms dia, sampe telepon dia dengan teriak-teriak.. waaa..waaaa.waaaa.. itu suara yang kedengeran waktu gue nguping pembicaraan dia dengan ibunya
Terpaksa gue nganter dia pulang, rumah nya ada di kalibata, cukup jauh, dan karena udah malem, gua pake mobil untuk nganterin dai pulang,
‘sayang kamu lihat kucing terbang ngga?’
‘Mana?’
‘Itu diatas’

‘Ngga lihat tuh..’

BeABe Ketiga_Piknik Keluarga_3.1 Seandainya

Disaat cahaya surya menembus lobang lobang kecil di jendela. akibat perbuatan rayap yang kelaperan. saat itu Momo tersadar ternyata Momo bangun kesiangan. Momo serasa tidak mesyukuri nikmatnya di ranjang tadi malam. ahkirnya kecewapun timbul, seandai nya Momo bangun pagi!
Seandai nya Momo ini dan itu.
“Se-An-Dai-Nya”
Sering digunakan untuk menjadi alasan, atau pun tolak ukur, agar tidak melangkah mengejar cita-cita. ataupun hanya sekedar istirahat. mungkin kita juga sering begitu. selalu menyalahkan. sebagai seorang pengangguran, Momo udah ngebet banget  pengen sukses, seandainya Momo langsung pindah kehidupan dan menjadi orang kaya.
Dalam renungan Momo.
‘Tuan, kamarnya mau dibersihin tidak ?’
Momo berkhayal menjadi orang kaya manyun dengan bibir tigapuluh derajat kesamping. Andai semua khayalan bisa menjadi kenyataan! Momo duduk termenung menyesali perbuatan tadi malam tetapnya di atas kasur.
Panggilan alam segera memaksa Momo berdiri membuka jendela. Sinar matahari terasa seperti pecutan saat kuda balap lari bertanding. memberi tahu kepada kuda, "Jangan Menyerah". Mendadak mata Momo langsung berair. Seiring bertambahnya umur Momo jadi lebih sering condong ke arah melankolis.
Sepanjang Momo sedih, Momo memandangi rumput disebelah, sambil berfikir
‘Apa bisa Momo jadi penulis ??’
Momo coba berdoa kepada mama yang udah di surga
‘Mah.. kaka pengen jadi penulis, tolong doain kaka yah ! amin.’
Selesai berdoa, Momo sedikit pesimis, sebab keturunan kakek nenek, opung doli dan boru.. ngga ada yang jadi penulis!  jadi kalo bener nantinya Momo bisa jadi penulis, Momo pastikan, itu adalah hasil kerja yang sangat keras. sedangkan Momo benci yang keras keras! kripik keras, kasur keras, bantal keras, dan buang air keras.



Lalu Momo menyenderkan dagu diatas jendela, sambil menghirup udara keSiangan. Tapi masa, iya ! kalo ingin jadi penulis harus menunggu salah satu Famili jadi penulis.
‘hmm ??’
kayanya ngga deh !’seketika itu Momo kembali optimis.
Kesimpulannya kali ini jika Momo berusaha maka ngga ada yang mustahil.
Seorang pakar ekonomi ngga perlu dari lulusan ekonomi,
Seorang pakar piano pun nggk perlu kursus piano,
Seorang komentator bola, ngga perlu nendang bola! .
Momo dilatih naik sepeda bukan oleh seorang atlit speda, tapi dari orang yang ngga bisa bawa sepeda, jadi Momo berfikir, aku pasti bisa
Ilmu itu bebas berterbangan, hanya ajah harus cerdik menangkap peluang itu.

KESEMPATAN !, ya, mungkin bisa datang dua tiga kali, tapi jarak waktu antara kesempatan pertama dengan kesempatan ke dua Momo ngga pernah tau. begitu juga jarak dari dua ke tiga, jadi nasehat Momo jangan pernah menyianyiakan kesempatan..

Kamis, 22 Mei 2014

BeABe Kedua_Jem beker_2.8 ternyata tangan momo punya jiwa sendiri. tamat

Lima belas menit kemudian seisi dunia serasa membisu, hanya detak jarum jam yang terdengar. clek.clek.clek. Momo terlentang ngantuk. Selagi merem 

tangan Momo mulai gerak sendiri.. Momo coba membiarkan, 

karena takut mengagetkan dia.

Tangan Momo mulai merayap ke pinggir ranjang, lalu merayap lagi ke lantai, dan di lantai dia menyenggol sesuatu!, Momo coba mengingat...
       ‘ itu apa ya?’ sambil terus berfikir, dan berjaga-jaga.
tangan Momo mengangkat benda tadi, ada suara seperti air.
‘ Creet..creet..cret’
Momo inget !!

oooo
‘ botol minum.’

Momo yakin sekarang kalau tanggan Momo punya jiwa sendiri.

Momo bertanya, dan bingung, apa yang akan dilakukan selanjutnya, dengan botol minum itu. apa dia tega siram Momo?

Momo tungu-tunggu …
harap-harap cemas … … …H2C
mirip nungguin jawabanya dari cewe.. laaamaaa
seperti cewe-cewe menyuruh nunggu tiga hari, atau seminggu, saat kita tembak, mungkin dia mau sholat sambil guling guling, getokin kepala,..


‘ Trek.trek.trek’ tanggan Momo memutar penutupnya..

Owh Momo harus siap menghindar jika disiram.

mendadak mulut Momo terbuka sendiri, bibir Momo kedepan, dan kepala Momo sedikit terangkat ke atas, ‘ Aaaahhhh! Takut ...
Teriak dalam jiwa.
Semua di luar kendali !
Ahkirnya Momo pasrah..

             ' Glek..glekk '

Itulah suara yang Momo denger.
Air pun mengalir kedalam mulut, ke tenggorokan, dan ke perut. setelah perut ngga mampu menampung, perut bergejolak, mengeluarkan kembali air yang sudah masuk, mulut mendadak jadi danau, Momo kasih nama danau itu

Danau Tobat!


Jari Momo loncat ke danau, loncat-loncat. sampai basah, lalu menorehkannya ke mata Momo. Ternyata jari Momo berusaha membangunkan Momo, tapi gagal,

Momo terus tidur sampai matahari mendobrak, menembus, dan menghancurkan jendela kamar.

BeABe Kedua_Jem beker_2.7 Misteri Ranjang


Tak lama kemudian, Momo merasakan hal hal gaib di atas ranjang Momo!. bulu kuduk pun berdiri. 

Berdiri Hebat !!

Momo gulingkan bola mata ke sudut kanan. ada sesuatu ! Momo nengok.
seet!
bantal kepala!

Tapi dia berbicara ke Momo
' Mas ayok tidur!’
‘ Hah?’
setelah mendengarnya, kepala Momo jadi berat..
' Mas ayok tidur!!
‘ Hah?!’
kelopak mata Momo setengah terkatup.
dan gubraaak!!.
Entah kenapa setiap orang pasti merasakan hal yang sama

' my bed is always extra comfortable when i need to get out of in the morning'

Selamat tinggal cita-cita...

Selamat tinggal bang Radit. ? 
bubye? 
Momo ngga tau kenapa, penulis yang Momo hafal cuma dia, Momo Cuma mampu beli novel dia, karena duit Momo cuma dua puluh ribu.


tapi ini serius : setiap tulisannya mewakili seluruh diri Momo, mungkin karena kita sama sama setengah batak, setengahnya lagi pencinta hewan.

Sangking ngantuknya, Momo berusaha melupakan yang namanya CITA-CITA dan mengejar tetangga didalam mimpi.

BeABe Kedua_Jem beker_2.6 LITA

setelah berhasil
.... . . . .. ............. .. . .
Momo ngga tau harus ngapain lagi, Momo bengong, garuk garuk kepala, bengong lagi dan teringat sama gebetan Momo yang bernama Lita. Dan bukan mantan pacar.

‘ Catet’

karena kesal, melihat esemesa dari cowo di hapenya, 

‘ini siapa? 

Sambil nunjukin esemes di hapenya.

Ahkir kecrgaan Momo bertepuk dua tangan, kecurigaan yang terpendam menjadi kenyataan,  kecurigaan ini momo pendam selama berbulan-bulan ketika jalan bareng, jajan bareng, 

berak bareng ngga??
-__-

 kecurigaan dimulai karena Lita selalu memegang hapenya dan membalas setiap pesan, dimanapun, biarpun Momo ada didepannya

dia jawab ‘oh itu saudara ku’, momo simpan namanya di otak dan momo bongkar facebooknya Lita dirumah..

‘robi’ ohh, ini dia’

sambil ngajak jalan lagi, momo mempertanyakan lagi, dengan tujuan kalau dia jujur momo mau maafin

apa bener robi saudara kamu?

Dia jawab tanpa tau arti dosa, 

'ia bener,'
robi sodara aku

terus momo menjawaab,

'kamu mau tau jawaban aku buat kamu?'
karena Momo masih belum jawab, waktu dia nembak
Sambil lihat matanyaa,
momo ajak pulang dulu,
takutnya dia ngangis dan terjun payung ke comberan,

sampai dirumah, dia menagih jawaban Momo
‘apa jawababan kamu?’

momo geleng geleng kepala, dan berfikir, cewe kampret ini tukang boong, kalau momo jawab sekarang, nanti dia nekat teriak ketetangganya,

‘woi ada maling’, 
terus Momo digebukin, dan tamat lah cerita semangat kucing terbang

jadi momo putusin,

' aku jawab pas dirumah' 

'lewat esemes?'

'ia lewat esemes.'

Sampai dirumah, momo ketik esemes

' maaf aku belum mau pacaran.'

SEND MESSAGE

Setelah patah hati karena Momo tolak,
‘ Hohohoho’
Sehari harinya Lita selalu kirim esemes galau ke Momo, 

salah satunya ini,

'Aku terbangun dengan senyuman dibibir, bla..bla..bla..bla..bla'

Momo yang lagi duduk diatas ranjang, men coba tersenyum.. karena bangga sudah menang melawan Jem beker.

tiba..tiba!

            ' Aa..aa.aa!’

Rahang Momo kejang

Posisi kejang, mulut terbuka, suara yang keluar
‘ Oyong onga oyong onga !’ (tolong oma) 

Tangan Momo seperti biasa selalu punya ide ide baik, kreatif, dan imajinatip, denga pertolongan pertama pada penderita kejang, momo menampar pipi sendiri.
Plaaaak !

Sesuatu yang rusak harus dipukuli dulu, itulah ilmu yang tertanam sejak kecil dalam hati

' aaa! sial sial..' Tangan Momo terus menampar.
 plak! plak !

Lima menit kemudian, serangan struk pun selesai. pipi Momo menjadi berwarna merah kelam! Momo putuskan sejak itu, Momo ngga akan pernah senyum kalo baru bangun tidur. dan Momo akan mengajarkan ke anak anak Momo nanti, kalo bangun tidur itu harus minum!


catatan penting : Kampret lo Lit !

Mengenai Frisky removy