Teringat kala kecil
waktu
bersama Nyokab, apa-apa kalau sakit selalu bilang
"sakit"dibelakangnya ditambahkan "mama"
‘sakiiitt maaah’ terus sambil ngeluarin air mata.
momo belajar sepeda
kudu waktu dua minggu mulai dari jatuh di semak semak, jatuh dipasir, dan jatuh
di tanah, setelah berhasil menguasai keseimbangan ternyata naik sepeda ngga
boleh lurus terus kedepan, jadi harus bisa seimbang sambil gerakin stang.
Kudu
waktu dua minggu lagi untuk bisa gerakin stang sepeda sambil genjot, yah semua
hasil usaha mama yang mau anaknya biar bisa belajar mengendarai sepeda.
Sewaktu pulang sekolah, masih duduk dibangku eSDe, Momo menggelar balapan liar sama teman-teman melewati jalan buah cibubur, karena waktu itu sedang ada pembangunan, maka jalan lintasnya banyak dipenuhi pasir pasir yang berceceran di atasnya, menyebapkan sepeda momo oleng, ditambah degan memencet rem.. momo jatuh tergelincir , lutut momo habis
berdarah..
'Heh, ayo bantu anak itu...’
saat jatuh
tengkurap momo melihat anal-anak eSeMA pergi berlari menolong momo yang masih
tiduran di aspal, ‘ayo bangun dek’ ‘kamu gapapa kan dek?’saat berhasil
membangunkan momo, momo sadar ternyata teman momo sudah menjadi kampret-kampret, pergi
ninggalin momo sendirian jatuh di aspal.
‘gapapa bang, aku masih bisa
pulang kok’ momo kembali naik ke sepeda dan pergi pulang,
‘anak itu hebat yah, dia
ga nangis’ , terdengar suara pujian yang tak senada dengan hati momo, momo
terus genjot sepeda,
Cuma satu tujuan momo, ketemu mama.
‘mamahhh’ sampai dirumah, momo
lempar sepeda didepan gerbang, lari sambil menangis memeluk mama,
mahh
sakiiiiit... maaah sakiiit maaah..
Kalau sudah yang namanya sakit,
pengen teriak mamah sakit, sambil duduk diatas kursi pegangin kelingking, momo
tersadar kalau ini teguran dari nenek kah?’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentarnya kakak :p